Salam jumpa kembali rekan-rekan TSL hebat,
Mari berdiskusi kembali terkait sistem jaminan keamanan pangan di TPP
Di salah satu TPP di wilayah kerja rekan-rekan, bagaimana kondisi penerapan PRP/program persyaratan dasar (termasuk SSOP) dan HACCP-nya? Mana yang sudah berjalan dan mana yang belum, serta apa kendalanya yang ditemukan?
Untuk pengayaan terkait PRP, SSOP dan HACCP, bisa kita check and recheck bersama-sama infografis terlampir
Mari berdiskusi kembali terkait sistem jaminan keamanan pangan di TPP
Di salah satu TPP di wilayah kerja rekan-rekan, bagaimana kondisi penerapan PRP/program persyaratan dasar (termasuk SSOP) dan HACCP-nya? Mana yang sudah berjalan dan mana yang belum, serta apa kendalanya yang ditemukan?
Untuk pengayaan terkait PRP, SSOP dan HACCP, bisa kita check and recheck bersama-sama infografis terlampir
Simpulan Akhir Diskusi
Terima kasih rekan-rekan TSL hebat untuk sharing cerita di wilker masing-masing. Berdasarkan hasil diskusi rekan-rekan, dapat disimpulkan:
Penerapan PRP dan SSOP sebagian berjalan, seperti air bersih dan pembersihan rutin. Yang paling sering menjadi temuan yaitu higiene dan APD penjamah, pemisahan bahan mentah dan matang (termasuk chiller yang sama), tempat sampah, dan vektor. SSOP lebih sering berupa kebiasaan, belum tertulis dan terekam.
Kendala yang berulang: pengetahuan penjamah dan pengelola, ruang dan biaya yang terbatas, pergantian pekerja, pencatatan yang lemah, dan komitmen pengelola. Kewenangan sebagai TSL terbatas pada pengawasan, pembinaan, dan rekomendasi, jadi dukungan pengelola kawasan sangat menentukan.
Memastikan keamanan pangan pada TPP khususnya pada skala kecil dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemilik dan penjamah makanan di TPP melalui edukasi, pendampingan sesuai dengan hasil temuan ketidaksesuaian. Untuk TPP skala kecil, tidak wajib memiliki sertifikasi HACCP, sehingga dapat dimulai dengan penerapan PRP/GHP, bersamaan dengan koordinasi dengan stakeholder terkait rekomendasi agar TPP dapat memenuhi higiene sanitasi dasar.
Penerapan PRP dan SSOP sebagian berjalan, seperti air bersih dan pembersihan rutin. Yang paling sering menjadi temuan yaitu higiene dan APD penjamah, pemisahan bahan mentah dan matang (termasuk chiller yang sama), tempat sampah, dan vektor. SSOP lebih sering berupa kebiasaan, belum tertulis dan terekam.
Kendala yang berulang: pengetahuan penjamah dan pengelola, ruang dan biaya yang terbatas, pergantian pekerja, pencatatan yang lemah, dan komitmen pengelola. Kewenangan sebagai TSL terbatas pada pengawasan, pembinaan, dan rekomendasi, jadi dukungan pengelola kawasan sangat menentukan.
Memastikan keamanan pangan pada TPP khususnya pada skala kecil dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pemilik dan penjamah makanan di TPP melalui edukasi, pendampingan sesuai dengan hasil temuan ketidaksesuaian. Untuk TPP skala kecil, tidak wajib memiliki sertifikasi HACCP, sehingga dapat dimulai dengan penerapan PRP/GHP, bersamaan dengan koordinasi dengan stakeholder terkait rekomendasi agar TPP dapat memenuhi higiene sanitasi dasar.
